Kamis, 31 Oktober 2013

Aspek Pemasaran



Aspek Pemasaran

Aspek pemasaran merupakan faktor strategis  atau kunci dari keberhasilan perusahaan, jika permintaan terhadap produk/ jasa yang dibuat kurang memadai seluruh kegiatanaspek-aspek yang lain tidak akan terwujud.
Jika propek permintaan terhadap permintaan produk lebih kecil dari peawarannya maka sitem produksi produk tersebut tidak layak dilaksanakan. Jika market space masih tersedia maka perlu diselidiki apakah pasar masih mampu menampung produk baru yang direncanakan.
   Untuk mengetahui potensi permintaan dan penawaran terhadap suatu barang atau jasa, perlu dilakukan penelitian yang mendalamtentang perkembangan permintaan dan jumlah pemasoknya. Perkembangan permintaan dapat diduga melalui perubahan pendapatan, selera dan tingkah laku konsumen dalam membeli barang dan jasa tersebut. 

Spefikasi Produk dan Jasa


Spesifikasi produk merupakan suatu peluang yang diambil dari ketertarikan kebutuhan konsumen berdasarkan kuisioner serta untuk melihat kondisi pesaing berdasarkan pada pengetahuan teknis. Kebutuhan merupakan sesuatu yang diinginkan dan diapresiasi oleh konsumen.Spesifikasi detail dari produk apple iphone 5.








Segementasi Produk

            Definisi segmentasi pasar yang paling sering diucapkan para ahli adalah: “Suatu proses untuk membagi-bagi atau mengelompokkan konsumen ke dalam kotak-kotak yang lebih homogen. Karena pasar sifatnya sangat heterogen, maka akan sulit bagi produsen untuk melayaninya. Oleh karenanya pemasar harus memilih segmen-segmen tertentu saja dan meninggalkan bagian pasar lainnya. Bagian atau segmen yang dipilih itu adalah bagian yang homogen yang memiliki ciri-ciri yang sama dan cocok dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi tuntutan-tuntutannya. Segmentasi pasar adalah suatu konsep yang sangat penting dalam kehidupan ini. Dalam kegiatan bisnis segmentasi pasar digunakan untuk memilih pasar sasaran, mencari peluang, menggerogoti segmen pemimpin pasar, merumuskan pesan-pesan komunikasi, melayani lebih baik, menganalisis prilaku konsumen maupun mendesain produk.
Ini perlu berpikir kembali ke masalah dasar bahwa Apple sedang mencoba untuk memecahkan sini. Setiap produsen apa pun tahu bahwa ada beberapa orang yang bersedia untuk membayar lebih dari yang Anda pengisian mereka untuk apa pun itu. Setiap produsen juga tahu bahwa ada pembeli lain di luar sana yang akan membeli jika hanya harga yang sedikit lebih rendah. Masalahnya adalah, bagaimana Anda mendapatkan orang-orang yang akan membayar lebih tanpa kehilangan orang-orang yang hanya akan membayar kurang? Dan juga sebaliknya juga. Jawabannya adalah segmentasi pasar melalui diferensiasi produk.
Apple adalah merek yang sangat dihormati (sebagaimana mestinya) dan dapat menetapkan harga premium untuk produk-produknya. Tapi mereka juga ingin mendapatkan bisnis mereka yang menyukai produk tetapi tidak begitu tertarik pada premi. Itulah ide dasar di balik dua iPhone baru, 5s dan 5c. Mereka yang menginginkan kedudukan pengalaman dan yang bersedia membayar untuk itu akan mendapatkan 5s tersebut. Mereka yang lebih banyak uang sadar akan memiliki kasus plastik (sangat penting bahwa perbedaan harus terlihat!) Dan 5c iPhone.
Salah satu perusahaan melakukan hal ini dalam sekop adalah VW. Mereka hanya memiliki beberapa platform di mana semua mobil mereka dibangun, tetapi mereka sudah banyak merek. Jadi, misalnya, Bentley SUV mendatang, VW Touareg, Porsche dan Audi SUV, semua dibangun pada platform dasar yang sama. Mesin, styling tubuh, karpet dan sejenisnya berbeda. Tapi VW dapat mengisi harga sangat berbeda, jauh lebih besar daripada perbedaan dalam membangun biaya, sebagai akibat dari premi yang mereka merek menawarkan.
Apel memiliki dua produk baru di pasar adalah hanya metode melakukan hal yang sama. Mendapatkan lebih banyak uang dari mereka yang bersedia membayar lebih banyak dan juga mendapatkan uang tunai dari lebih sadar harga. Tapi di sini kesulitan: jika Apple meningkatkan pesanan untuk iPhone 5s maka itu berarti mereka meremehkan permintaan untuk model tersebut. Tidak ada rasa malu dalam hal ini, estimasi tersebut selalu diinformasikan menebak setelah semua. Orang-orang akan membayar untuk bagian atas garis merek Apple, sedikit menginginkan fungsi tetapi tidak bahwa merek.
Dimana hal ini akan menarik adalah apa artinya untuk rilis iPhone masa depan. Ini bisa jalan baik benar-benar. Apple mungkin menyimpulkan bahwa sebagai orang sepertinya ingin bagian atas iKit baris, bersedia membayar untuk itu, maka mengapa repot-repot dengan bergerak downmarket dengan tingkat iPhone entri? Atau, mereka mungkin berpikir bahwa perbedaan harga $ 100 atau sehingga tidak cukup dan mereka akan benar-benar pergi untuk entry level iKit waktu berikutnya.
Tidak, saya tidak tahu jalan mana mereka akan pergi dan tidak ada kejutan dalam bahwa untuk aku akan terkejut jika mereka tahu jalan mana yang mereka ingin pergi dulu. Tapi memang benar bahwa eksperimen ini dalam segmentasi pasar akan menyebabkan beberapa pemikiran berat di loop tak terbatas. Untuk hasilnya, sejauh ini setidaknya, tampaknya bahwa orang-orang dengan senang hati akan batuk untuk 5s iPhone, jadi, err, mengapa khawatir terlalu banyak tentang diferensiasi produk sama sekali?



Analisis Situasi Pasar

Analisa pasar dilakukan untuk menemukan peluang bisnis dan potensi yang bisa dimanfaatkan. Besarnya potensi tersebut bisa diukur dengan berbagai faktor, terutama keberterimaan suatu produk atau jasa di wilayah tertentu. Bisnis bisa berjalan selama masih ada konsumen yang mau membeli produk atau jasa tertentu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk atau jasa keuangan disediakan oleh pebisnis untuk memenuhi kebutuhan ini. Analisa pasar adalah faktor paling penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum melakukan usaha tertentu. Hasil dari analisa tersebut akan sangat berguna untuk mengetahui seberapa besar potensi bisnis yang ada dan berapa lama suatu bisnis bisa bertahan.
Masih ingat dengan tragedi penghadiran nano-SIM besar-besaran saat iPhone 5 rilis? Tampaknya Apple melakukan hal serupa lagi.
Menurut DisplaySearch (via DigiTimes), adopsi Apple terhadap teknologi GF2 pada layar iPhone 5 dan lini iPad berdampak besar pada pasar penjualan panel layar sentuh.
Mereka memperkirakan pengapalan layar berteknologi in-cell diperkirakan merangkak ke angka 13.7% tahun ini, setelah pada tahun 2012 silam berada di angka 7.3%, sementara teknologi layar sentuh yang terdahulu akan turun signifikan dari angka 10.3% ke 0.6% saja.
Dan untuk tablet, pengapalan sensor GF2 diperkirakan naik ke angka 28.4% tahun ini, setelah sebelumnya berada di angka 4.7% saja. Sementara itu, struktur GG DITO, teknologi terdahulunya, akan turun dari angka 37.2% ke 8.1% saja.
Lalu, bagi kita para konsumen, apa yang akan kita dapat dengan digunakannya teknologi layar yang baru ini? Cukup signifikan.
Dengan penggunaan layar GF2, iPad – khususnya iPad 5th Gen yang akan segera hadir – akan hadir dengan bentuk yang lebih tipis dan lebih ringan dibanding seri terdahulunya.
iPad 5th Gen sendiri, jika rumor yang selama ini berkembang benar, akan menerapkan desain bezel tipis layaknya iPad mini, yang berarti iPad 5th Gen akan semakin kecil namun layarnya tidak berubah ukuran sama sekali.






Analisis Pesaing

Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman, kesempatan, ataupermasalahan strategis (strategy question) yang terjadi sebagai akibat dari perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing.
Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing di evaluasi, serta kemudian tindakan pesaing pun diprediksi secara tepat. Yang dimaksud pesaing termasuk didalamnya pesaing baru yang berpeluang mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda kehadiran. Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing.Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database, survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampak didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan
Persaingan iphone 5 dengan samsung galaxy SIII memang sangat mencuri perhatian bagi para kalangan terutama bagi para pecinta gadget. Munculnya iphone 5 sebagai pesaing baru yang menggoyahkan samsung galaxy s3 yang dinilai sangat ketat soal aplikasi yang masing-masing unggul dalam bidangnya. Banyak orang berpendapat bahwa samsung galaxy s3 kalah saing dibandingkan dengan iphone 5. Meskipun begitu sistem operasi android yang dianut oleh samsung galaxy s3 sudah terkenal diseluruh dunia akan tetapi, harus diakui bahwa iphone 5 lebih unggul. Ada yang beranggapan bahwa perkembangan teknologi khususnya pada gadget adalah suatu hal yang paling di nantikan oleh para pecinta gadget. Para vendor juga terus gencar untuk membuat dan berinovasi untuk membuat gadget yang semakin canggih dan semakin unggul untuk menciptakan suatu gadget yang berbeda dengan gadget lainnya. Untuk itu persaingan antara keduanya disisi lain sangat menguntungkan dan disisi lainnya juga sangat merugikan karena masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing. Maka dari itu, Samsung Galaxy S3 ini memiliki layar 5 inci dan layar S3 yang menggunakan teknologi yang disebut dengan AMOLED, sehingga mampu menampilkan kualitas warna yang hidup dan warna hitam yang lebih dalam. Sebaliknya iphone 5 mempunyai layar LCD yang bisa menampilkan warna putih jauh lebih baik ketimbang samsung galaxy S3. Jadi, bagi para pecinta gadget dapat dengan mudah untuk menentukan pilhan yang mana yang terbaik untuk digunakan bisnis ataupun hanya sekedar untuk kebutuhan semata.
Samsung galaxy s3
 








Strategi Promosi

Produsen sebuah produk baik barang atau jasa, membutuhkan strategi promosi yang tepat untuk mengenalkan produknya kepada konsumen. Strategi promosi produk sangat dibutuhkan. Karena tanpa adanya kegiatan promosi, sebuah produk tidak akan dikenal masyarakat. Makanya para pengusaha saling berlomba menggunakan berbagai strategi untuk mempromosikan produk mereka, guna memperoleh perhatian dari masyarakat.
Kegiatan promosi produk tidak selamanya membutuhkan biaya yang cukup besar. Bagi Anda yang memiliki dana terbatas sekalipun, kegiatan promosi produk juga dapat dilakukan. Yang terpenting adalah kreatifitas Anda untuk menyusun strategi promosi dengan meminimalisir dana. Namun tetap perlu diingat, promosi dengan dana yang optimal, tentu akan menghasilkan respon pasar yang lebih optimal.
Saat ini, merek Apple begitu populer di publik melalui dua produknya: iPad dan iPhone. Seantero negeri di bumi ini mafhum, itulah merek yang dibangun oleh almarhum Steve Jobs. Kini, Apple makin mendo.minasi dan menggeser perusahaan-perusahaan yang lebih dulu mendominasi paar. Apa strateginya?
Para pemasar mencatat, ada dua kata kunci dalam strategi pemasaran Apple. Pertama, inovasi produk. Kedua, layanan saling terkoneksi melalui strategi 'penghubung digital'. Produk Macintosh disiapkan mampu berkomunikasi dengan produk digital seperti iPod, telepon selular, video digital, kamera, dan perangkat elektronik lainnya.




Saat ini, merek Apple begitu populer di publik melalui dua produknya: iPad dan iPhone. Seantero negeri di bumi ini mafhum, itulah merek yang dibangun oleh almarhum Steve Jobs. Kini, Apple makin mendo.minasi dan menggeser perusahaan-perusahaan yang lebih dulu mendominasi paar. Apa strateginya?
Para pemasar mencatat, ada dua kata kunci dalam strategi pemasaran Apple. Pertama, inovasi produk. Kedua, layanan saling terkoneksi melalui strategi 'penghubung digital'. Produk Macintosh disiapkan mampu berkomunikasi dengan produk digital seperti iPod, telepon Inilah yang bisa dipelajari dari merek Apple.
 

1.      Emosi. Strategi mereknya fokus pada emosi konsumen. Merek Apple dibangun sebagai simbol aya hidup, imajinasi, aspirasi, harapan, mimpi, kebebasan, dan inovasi.

2.      Cinta. Merek Apple tidak hanya mampu membangun kehangatan dengan konsumennya, tetapi juga cinta. Perasaan ini diciptakan begitu nyata di antara komunitas pengguna merek Apple.
3.      Pengalaman. Konsumennya diajak menjelajah sebuah inovasi dari produk digital yang memiliki desain indah, ergonomis, dan teknologi tinggi.
4.      Arsitektur merek. Bagi Apple, semua merek produk yang dikeluarkan, mengarah pada satu nama: Apple. Inilah identitas monolitik. Inilah mengapa Apple tidak mau berinvestasi pada merek "i" yang melekat pada banyak mereknya. Simbol itu hanya mengantarkan pada satu merek, yaitu Apple.
5.      Seni efek. Apple menggunakan bisnis musik lewat iPhone dan iTune dalam rangka memperkuat personalitas merek Apple. Ada emosi yang ingin diciptakan melalui bisnis musik tersebut.video digital, kamera, dan perangkat elektronik lainnya.


Media Promosi Berbasis IT

Dalam kegiatan bisnis,Pasar selalu menggunakan berbagai media berbasis untuk melakukan kegiatan promosi.Media tersebut bisa melalui iklan,brosur,website,dan lain2nya.Iklan itu bisa melalui televisi,radio,koran,dan banyak lagi yang bisa kita masukkan iklan.Umumnya jika melakukan promosi melalui iklan,biasanya akan lebih cepat dikenal daripada media lainnya.hal ini disebabkan karena media yang digunakan biasanya umum sehingga masyarakat lebih cepat mengetahui iklan yang sedang dipromosikan.sedangkan dengan brosur,kita bisa melihat informasi dari promosi tersebut melalui sehelai kertas.biasanya isi kertas tersebut berisikan informasi dan gambar dari produk yang ditawarkan.Website juga digunakan sebagai media promosi dari suatu pasar.keuntungan dari media melalui website ini adalah kita bisa memperoleh informasi yang lebih jelas baik dari jenis,harga,maupun kualitas dari barang itu sendiri.tampilan website yang menarik,dapat membuat konsumen yang membuka website tersebut tertarik untuk membeli produk tersebut.